Masih Laris, SPK Toyota Avanza Baru Tembus 16 Ribu Unit

08 Maret 2019

Masih Laris, SPK Toyota Avanza Baru Tembus 16 Ribu Unit

Peminat Toyota Avanza masih sangat besar. Meski belum beregenerasi dan mendapat penyegaran belaka, tak menyurutkan minat konsumen membelinya. Sejak meluncur 15 Januari sampai akhir Februari 2019, total pemesan New Avanza dan New Veloz sudah mencapai 16.000 unit. Inden pasti terjadi dan bisa mencapai 3 bulan.

Jangka waktu inden tidak sama di tiap daerah. Tempo 2-3 bulan itu terjadi di wilayah Jawa Tengah. Sementara DKI Jakarta dan Jawa Timur inden sekitar sebulan, tergantung stok yang tersedia di diler. Sehingga bila dirata-rata, pengantaran sampai ke tangan konsumen selama 1 sampai 1,5 bulan. Ini lumrah terjadi pada model baru di segmen Low MPV. Dalam kasus Avanza baru, kehadirannya tetap jadi momok menakutkan para lawannya.

Kenyataan lain, ternyata kontribusi terbesar berasal dari Avanza bermesin 1.300 cc, sebanyak 73 persen. Sisanya disumbang varian 1.500 cc, termasuk Veloz 1.5 sebagai tipe tertinggi. Dibanding Veloz, pemesan Avanza masih lebih banyak sejumlah 64 persen. "Kalau dilihat dari segmen MPV Low ini, pasar memang sangat membutuhkan kendaraan yang berkapasitas 1.300 cc," kata Andri Widiyanto, Deputy Division Head Marketing Planning TAM.

Wilayah Jabodetabek masih yang terbanyak menghasilkan SPK, 37 persen. Kedua, pulau Sumatra dengan kontribusi 12 persen. Disusul provinsi Jawa Tengah sebesar 10 persen. Itulah mengapa Jawa Tengah menjadi lokasi test drive New Avanza dan Veloz kali ini. Menggambarkan kondisi berkendara Indonesia secara keseluruhan.

Untuk pasar LMPV dilihat lagi dari segmennya sendiri. Sebanyak 55 persen first buyer, sedangkan 33 persen replacement. Konsumen first buyer atau pembeli pertama, membutuhkan kendaraan yang value for money tinggi tapi tetap mendapat prestise. “Bila melihat komposisinya, makanya kami lebih fokus untuk kapasitas 1.300 cc, tapi juga menyediakan 1.500 cc karena pasti juga dibutuhkan,” terang Andri.

Dengan adanya dua pilihan mesin, menjadi kelebihan tersendiri bagi Toyota. Konsumen punya pilihan untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Walau digempur kompetitor yang semuanya berkapasitas 1.500 cc, tidak menghilangkan fokus Toyota ke pilihan mesin 1.300 cc. Karena memang pasar utamanya masih banyak di opsi kapasitas mesin lebih kecil. “Kalau dilihat kompetisi sekarang ini masih wajar, karena kami yakin real customer-nya bukan ke arah itu (1.500 cc), melihat komposisi penjualan 1.300 cc yang paling banyak,” ungkapnya.

Fakta lain, transmisi manual juga mendominasi penjualan. Porsinya mencapai 77 persen, sisanya otomatis. Mayoritas pembeli manual berasal dari daerah. Transmisi otomatis paling banyak dipilih konsumen di kota-kota besar. Ditambah pembenahan yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, masih sulit untuk menggeser singgasananya.



DIAN NURITA